Monday, 22 April 2013

Antara Soekarno, Monas dan Jokowi.

Tercetak dalam sejarah bagaimana dulu Indonesia begitu menggemparkan Dunia dibawah Soekarno sebagai Presidennya. Indonesia adalah satu-satunya Negara yang berani menentang PBB dan bahkan keluar dari keanggotaan PBB yang kemudian mendirikan Konfrensi Asia Afrika (KAA) dengan jumlah anggota 29 Negara, bahkan diprediksi dalam waktu kurang dari 10 tahun akan sebanding dengan jumah anggota PBB. Ini pasti akan sangat mengancam dominasi Amerika sebagai Negara Adidaya yang memanfaatkan PBB sebagai organisasi yang menjadikan anggotanya seperti Negara – Negara federasi alias Negara serikat yang mana ketuanya / penguasanya adalah Amerika sebagai pemegang kebijakan tertingginya.

Soekarno bertekat untuk membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia mampu berdiri sendiri dengan istilah BERDIKARI yang tertuang dalam azas TRISAKTI,  yakni berdaulat secara politik, ekonomi, social dan budaya.

Tentu keputusan Soekarno yang berani sangat mengejutkan dunia dan bahkan membuat Amerika sempat shock, karena Soekarno tidak main-main dengan kedekatannya kepada China dan Soviet (Rusia) tlah membuat semua Negara di dunia mengarahkan perhatiannya secara penuh terhadap sepak terjang Soekarno yang kemudian mendatangkan berbagai peralatan perang dari Soviet  untuk menghadapi Belanda yang waktu itu masih menguasai irian barat.

Gagasan Soekarno yang demikian Revolusioner yang dengan tegas menyatakan bahwa Indonesia akan menjadi Mercusuar Dunia dibuktikan dengan keberaniannya untuk menolak bantuan Amerika yang sarat dengan intervensi itu. “go to hell with Your Aid” … itulah kata-kata Soekarno yang sempat mendapat perhatian Dunia, dan Dunia pun mengakui bahwa Soekarno adalah pelopor kemerdekaan bagi Negara-negara Asia dan Afrika, dengan menekankan kemandirian Bangsa tanpa intervensi asing atas segala kebijakan di Negara-negara baru, Negara-negara muda ,,, Negara yang baru merdeka.

Tentu keputusan Soekarno membawa konsekwensi yang besar bagi Bangsa ini, dimana Indonesia benar-benar terisolasi oleh PBB. Indonesia harus benar-benar mampu mencukupi kehidupannya sendiri ditengah krisis yang begitu besar karena isolasi PBB. Tapi Soekarno yakin bahwa Indonesia adalah Negara tropis, yang mana setiap tahun bisa bercocok tanam untuk mencukupi kebutuhan pangan. Beda dengan kondisi di eropa yang memiliki 4 musim dan hanya bisa bercocok tanam separuh tahun.

Dengan kekayaan alam yang begitu melimpah di negeri ini, Soekarno pun membangun proyek-proyek mercusuar untuk memperlihatkan kepada dunia betapa kaya dan loh jinawinya Indonesia.  Irian barat yang telah masuk ke pangkuan ibu pertiwi adalah asset sangat berharga yang selama itu dijadikan ajang perebutan antara Jepang dan sekutu karena kandungan emasnya.

Mungkin dari situlah Soekarno membangun Tugu Monas dengan menempatkan bongkahan emas diatasnya. Karena Indonesia memiliki kandungan emas terbesar diseluruh dunia.  Atau mungkin Soekarno hanyalah pembawa tanda, ketika sadar ataupun tidak sadar telah membangun tugu monas dengan design yang apik, sangat berbeda dari tugu-tugu lain diseluruh dunia dengan pondasi yang menyerupai huruf ‘W’. Seperti halnya ketika pada tahun 1938, ketika Soekarno sedang dalam pengasingan di Flores, Soekarno pernah membuat cerita sandiwara yang berjudul "Indonesia 45" dimana dalam cerita itu dikisahkan bahwa Indonesia akan merdeka pada tahun 1945, yang mana waktu itu Soekarno sudah memprediksi adanya gejolak luar biasa atas perang pasifik yang akan terjadi mengingat situasi di eropa yang kala itu sangat memanas.



Bukan itu saja, Soekarno juga sudah mengisyaratkan hadirnya Jokowi lewat pembangunan Tugu Pancoran yang menggambarkan angka "7" atau juga huruf "J"

Tugu Pancoran

Jokowi Presiden RI ke-7
Kalau kita mencoba menghitung Nama Joko Widodo dengan perhitungan A=1, B=2, C=3, D=4 dan seterusnya, maka akan kita peroleh hitungan sebagai berikut :


Angka "11" pun sudah digambarkan Soekarno lewat Tugu Selamat Datang yang ada di Bundaran HI

Tugu Selamat Datang (Bundaran HI)

Mungkin ini hanyalah intuisi saya yang sedang gak bisa tidur karena tiba-tiba saja terbersit lukisan monas dan dibarengi dengan terlintasnya nama Jokowi alias Joko Widodo yang inisialnya seperti tergambar di Tugu Monas tersebut, mengingat sepeninggal Soekarno, hanya Jokowi yang berani menentang intervensi pinjaman asing (World Bank) yang kemarin sempat membuat heboh.



Mungkinkah ini memang tanda akan hadirnya masa keemasan di negeri yang sudah sekian lama terpuruk ini …??  …. Semoga saja … Amiiin

Perpu_