Sunday, 13 September 2015

Jokowi Bangun Jalan 2.000 Km di Pinggir Perbatasan Malaysia



Jakarta -Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkomitmen melakukan pembangunan dari pinggiran Indonesia. Salah satu wujud nyatanya adalah pembangunan jalan lintas paralel (pinggir garis batas) perbatasan di Pulau Kalimantan, yang berbatasan langsung dengan Serawak hingga Sabah, Malaysia.

Jalan lintas paralel perbatasan adalah jalan yang sejajar dengan garis perbatasan Indonesia-Malaysia. Membentang dari ujung Barat hingga ujung Timur Pulau Kalimantan, melintasi 3 Provinsi yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Dari data Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU dan Perumahan Rakyat (PUPR), total panjang jalan lintas paralel ini mencapai kurang lebih‎ 2.101 km.

"Kalimantan Barat 737,46 km, Kalimantan Timur 193,01 km, dan Kalimantan Utara 1.170,35 km," terang Direktur Jenderal Binamarga Hediyanto W Husaini kepada detikFinance, Rabu (19/8/2015).

Ia menyebut, jalan lintas paralel ini akan menghubungkan Temajuk di ujung Barat hingga Sei Ular di ujung Timur.

"Dari barat itu ada Temajuk, Seluas, Balaikarangan, Rasau, Sepulau, Nangabadau, Lanjak, Tanjung Kerja, Nanga Era, terus ke timur ada Tiong Ohang, Long Panghai, Metutang, Long Bawang, Long Bujang, Long Kemuat, Langap, Malinau, Mensalong, Simanggaris dan Sei Ular," ujarnya.

Dari total panjang lintas paralel tersebut, sekitar 703,3 km belum tersambung dan masih tertutup hutan. "Tahun ini yang menjadi prioritas pembukaan ada sekitar 249 km. Itu yang kita kerjasamakan dengan Zeni Angkatan Darat. Dari target 249 km yang direncanakan, sudah 70 km terbuka," ujarnya.

Diharapkan target tersebut bisa tercapai hingga akhir tahun. Mengingat, saat ini Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, telah memberikan instruksi untuk melakukan percepatan dengan menambah jam kerja, serta menambah alat berat untuk membantu pekerjaan pembukaan lahan.

"Yang sudah terbuka itu sekitar 70 km. dari yang kami targetkan di tahun ini 249 km. Pak Menteri bilang itu sudah bagus, tinggal kami teruskan. Sekarang sedang proses percepatan. Saya minggu lalu habis dari sana memantau langsung. Ketemu satuan kerjanya dan mereka sudah mulai tambah alat berat sesuai instruksinya Pak Menteri," tuturnya.

Dari data Ditjen Bina Marga Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, penanganan jalan lintas paralel perbatasan ini akan dilaksanakan dalam 3 tahun anggaran secara bertahap.

Di tahun ini dialokasikan Rp 795,22 miliar, sekitar Rp 499,78 miliarnya digunakan untuk membuka kawasan hutan menjadi badan jalan bekerjasama dengan Zeni Angkatan Darat.

Di 2016m dialokasikan Rp 1,31 triliun untuk melanjutkan proses pembukaan hutan dan peningkatan kapasitas jalan, seperti pengaspalan dan pemadatan badan jalan. Di 2017, dialokasikan Rp 1,2 triliun untuk peningkatan kapasitas jalan.